Kuassa.Inc adalah perusahaan music technology yang sedang banyak dibicarakan bagi pecinta music software belakangan ini. Diprakarsai oleh Grahadea Kusuf, Arie Ardiansyah, serta Adhitya Wibisana yang sudah membuktikan produk Kuassa.inc mendapat banyak ulasan bagus dari komunitas, media cetak dan online. Kita pun berkesempatan mewawancarai CEO dari Kuassa.inc mengenai sepak terjang dan tujuan perusahaan ini terbentuk. Berikut interview selengkapnya :

+ Bisa dijelaskan apa itu Kuassa.inc serta tujuan Dea mendirikannya? Dan siapa saja personilnya?

– Kuassa itu perusahaan music technology. Saat ini kita mengembangkan software-software pengolah audio buat produksi musik, kebanyakan dipakai oleh studio-studio rekaman, DJ, musisi kamar, sampai ke artis soundcloud.

Kita dirikan bertiga: Grahadea Kusuf (CEO), Arie Ardiansyah (Chairman/CTO), dan Adhitya Wibisana (Sound Director). Selain itu ada personil-personil lain yang deskripsi kerjanya ada di halaman ini.

Tujuan kita mendirikan Kuassa tentu sebagai penghasil uang. Dulu awalnya kita bertiga ini bikin studio rekaman, cuma pas tau kalo software dan hardware buat studio rekaman itu mahalnya minta ampun. Dan Arie, salah satu dari kita, udah banyak bikin beberapa software audio yang dia buat sendiri dan di rilis gratis. Kita pikir bisa dapet banyak duit cepat dengan bikin software (dan kedepannya hardware) buat studio rekaman, meski pada kenyataannya itu perjalanan panjang dan melelahkan. Hahaha

+ Kalau kita bandingkan dengan software musik lainnya, apa yang menjadi produk andalan Kuassa.inc?

– Mengenai produk andalan, mungkin lebih cocok kalau disebut product best-selling daripada andalan yaa… Karakter produk Kuassa tidak terlalu mengutamakan fitur berlimpah, cukup sedikit tapi top-notch. Kadang kalau ngulik musik juga fitur yang terlalu banyak tidak terlalu esensial, malah jadinya lebih fokus ngulik teknis daripada bikin lagunya sendiri. hampir semua personil Kuassa itu nge-band dan compose musik, jadi kita lumayan tahu persis apa yang diperlukan musisi supaya bisa produktif menulis lagu.

Amplifikation-Creme

Produk best-selling kita adalah Amplifikation Creme, produk guitar amp simulator jenis solid-state high gain yang cocok untuk sound gitar modern semacam genre metal.  Karakter suara amplifier gitar virtual ini lebih tebal, powerful, meaty, dan penuh dengan frekuensi bottom-end. Amplifikation Creme ini produk pertama kami yang mendapat banyak review bagus dari komunitas, media cetak dan online, selain Desember 2012 kemarin produk tersebut mendapatkan Merit Award di ajang penghargaan teknologi informasi Asia-Pasifik: APICTA Award 2012.Selain Guitar Amp Simulator, kita juga mengembangkan produk untuk studio processing semacam equalizer, dan loudness maximizer, biasa digunakan untuk proses post-production audio seperti mixing dan mastering. Kemarin satu produk vintage EQ kita juga dapat skor bagus dan performance award dari majalah computer music UK > CLICK HERE.

+ Apa ada strategi khusus yang Dea rencanakan untuk mengembangkan bisnis ini kedepannya?

– Tujuan kita untuk Kuassa adalah supaya secara skalabilitas terus tumbuh dan sustainable, jadi eksis terus sampai generasi anak-cucu kami dan terus berkembang. Untuk itu, kita harus berhasil bikin produk-produk yang bisa bersaing secara Internasional, bukan bermaksud muluk, tapi kebetulan software musik semacam ini kebanyakan pangsa pasarnya dari belahan bumi yang lain, dan Indonesia belum dikenal sebagai negara yang high-tech, jadi kita lumayan perfeksionis dan hati-hati tiap kali merilis produk.

Kalau strategi pengembangan produk atau marketing kira-kira tidak ada yang spesial, tapi yang unik dari tim kita mungkin adalah waktu ngantornya yang flexi-time (30 jam seminggu) dan dimulai dari jam 12 siang. Maklum semuanya adalah anak-anak band yang kebiasaan begadang jadi yaaa.. begitulah. Dari dulu ngantor pagi selalu jadi wacana yang gak jadi-jadi. Meski kita lumayan bebas, tapi tetap secara organisasional ada batasan-batasan dan extra reward kalau rajin.

+ Sekarang Kuassa.inc sedang mengerjakan project apa?

 – Saat ini kita sedang fokus menggarap pasar Rack Extension untuk Propellerhead dan memperluas dukungan ke platform Protools (RTAS/AAX) untuk professional recording.

+ Sejauh menjalankan Kuassa.inc apa saja tantangan-tantangannya?

– Kalau tantangan secara general sih mungkin mirip dengan developer-developer software lain ya… mulai dari produk kita dibajak, sampai susahnya cari SDM yang selain punya skill programming yang jago, selain itu punya taste musik yang bagus juga.

Satu lagi, adalah letak geografis kita yang jauh dari user base kita yang kebanyakan di Amerika Serikat dan Eropa. Jadi susah kalo mau partisipasi di event atau pameran industri terkait.

+ Menurut Dea apa makna kata ‘kreatif’?

– Mengada-ada yang tidak ada (dalam artian positif)

+ Apa maksud dari nama Kuassa.inc tersebut? Dan bisa sebutkan satu kata yang mendeskripsikannya?

– Jadi itu awalnya inside joke anak-anak di kantor kalau padanan bahasa Indonesianya “Power Metal” itu “Kuasa Logam” 😀 Tapi ya kita ambil jadi merek kita soalnya artinya bagus, yaitu: might, power, atau authority. Cocok dengan karakter software yang ingin kita buat, dan masih keren juga kalo diucapkan dengan lidah bule. Kita kasih dua ‘S’ supaya unik dan lebih mudah kalo di proses lebih lanjut jadi merek dagang. Kalau nama perusahaan kita resminya adalah PT Kuassa Teknika, supaya lebih terdengar friendly sama pengguna-pengguna kita yang mayoritas dari Amerika Serikat, jadi kita tambahin Inc. Meski sekarang lebih sering pakai “PT” supaya nasionalis. hehehe

Instagram-Kuassa

Comments

comments

Click Here to Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>