Banyak yang menganggap bahwa pendokumentasian merupakan hal nggak penting yang mesti dilakukan. Padahal, kita mesti sadar bahwa dokumentasi atau arsip salah satu elemen yang membentuk sejarah. Kesempatan kali ini, tim kami mewawancarai David Tarigan salah satu inisiator website perpustakaan musik Indonesia dari tahun 1960 sampai 1970 diberi nama Irama Nusantara. Simak saja bagaimana proses mengarsipkan ratusan album dari musisi-musisi yang notabene sudah pensiun berkarir sampai ke hal perijinan untuk menyiarkan karyanya kepada publik.

+ Apa sebenernya tujuan David Tarigan membentuk Irama Nusantara?

– Sebenarnya, Irama nusantara itu bukan hanya saya, saya hanya salah satu inisiator dari enam orang lainnya, bukan hanya sebagai inisiator, pastinya kita semua juga adalah volunteer.

Jadi yang pertama, dari basic kita yang menyukai musik, bahkan dapat dikatakan sangat antusias. Dari situlah kami melihat banyak sekali musisi keren di Indonesia. Pada akhirnya, kita berpikir musik-musik di masa lampau butuh didokumentasikan, karena tidak tersampaikan pada generasi berikutnya. Pengarsipan di negeri ini juga nomor sekian, apalagi buat budaya populer seperti musik.

Kedua adalah hak semua orang untuk mengetahui seperti apa musik negerinya itu sendiri, dan dari musik populer itu kita bisa menggambarkan situasi negeri ini, karakter negeri ini, dan juga masyarakat negeri ini. Maka dari itu, kami fokuskan pada generasi tua dan fokus utama kami adalah mencari rekamanan lagu tahun 60-70an, dan kalau dapat tahun 50an dan 80an juga disisipkan sebagai bonus.

Akhirnya, kita bisa melihat sendiri penelitian atau buku tentang sejarah musik Indonesia sulit untuk memukannya, bahkan nyaris tidak ada. Tapi, tidak bisa disalahkan juga, karena data-datanyapun kita tak pernah tahu. Data yang paling kuat itu adalah data dari rilisan lagu-lagu itu sendiri. Ibarat puzzle, kita satukan dan kumpulkan menjadi satu dan kita berharap dari situlah kita bisa melihat seperti apa musik Indonesia itu sendiri dari jaman dulu hingga kini.

+ Bagaimana awal proses pengarsipan Irama Nusantara?

– Pada awalnya, terus terang gue pribadi, sudah punya mimpi yang didapat dari jaman kuliah. Gue bareng inisiator Irama Nusantara yang sekarang ini, sudah membuat sama seperti irama nusantara ini. Di masa awal internet baru booming di Indonesia, kita buat website dan scan-scan dan cover, tapi itu hanya waktu luang pada masa kuliah, dan juga kita sharing dengan orang lain.

Sampai akhirnya, ada yang memberikan donasi dan membuat ini menjadi lebih serius, dan mengajak semua yang ingin berpartisipasi. Ada yg di bidang audio maupun di bidang visual untuk pengarsipan itu sendiri. Dari audio yang mungkin perlu tranfer lagunya dan dibenarkan lagu dan audionya, sedangkan visual mencari dan melakukan scanning cover cover yang rusak. Walau begitu, kita berusaha selalu mencari data yang masih bagus. Dan ini sebenernya kita melakukan ini kami punya target, pada akhirnya kita bisa buka secara umum, agar semua yang memiliki data-data yang diperlukan dapat berpartisipasi.

Irama nusantara tidak berhenti pada website (iramanusantara.org) mungkin banyak orang tau dari website itu sendiri, tapi pada dasarnya itu kita gunakan sebagai kendaraan paling depan yang kami gunakan. Website dan internet adalah yang paling ampuh, pada saat ini.

+ Diinisiasikan oleh siapa?

– David Tarigan, Norman Ilyas Rumahorbo, Dian Onno, Toma Avianda, Christophorus Priyonugroho, Alvin Yunata.

+ Selama menjalankannya apa tantangan-tantangan selama membuat Irama Nusantara?

– Pasti banyak tantangannya, dari mulai sumber-sumbernya yang masih dari temen sendiri, dari yang kolektor sampai pedagang mempercayai kami untuk mereka memberikan data yang mereka miliki.

Balik lagi, dalam pengarsipannya tidak mudah, karena piringan hitam di Indonesia itu kualitasnya murah, jadi banyak yang datanya kurang bagus. Yang pasti sih, balik lagi ini kan effort dan butuh tenaga ahli untuk hal tertentu, seperti transfer audio dan digital imaging. Ya, dari situ kita beri sedikit reward untuk para partisipan atas kontribusinya. Ya memang, masalah keuangan standar-lah, ya, kalau ada uangnya ya, lebih lancar. Dan dari website itulah kita gunakan sebagai unjung tombak, makanya kita pengen konten dari website itu sendiri harus lebih bagus, dan friendly lagi. Tidak cuma sekadar data-data pra-album aja, tapi juga kita pengen ada wawancara dari para penguat data itu sendiri. Karena salah satu tugas utama kita adalah memberikan umpan kepada siapapun, yang memang ingin berurusan dengan musik indonesia mulai penikmat biasa sampai scollers, peneliti dan lain-lain. Balik lagi ini kan data amat dasar yang bisa di olah menjadi apa saja.

+ Sampai sekarang berapa total album yang masuk Irama Nusantara?

– Tahun ini kita menargetkan ada 1000 lirisan yang kita lestarikan dan kita bisa share di website,  yang sudah di upload baru  kurang lebih 400. Dan yang sudah lestarikan ada sekitar 800. Target itu sebulan, kita harus mengerjakan 100 album. Tahun depan mudah-mudahan bisa dapat lebih lagi. Kita juga mengutamakan kualitas data itu sendiri, tidak hanya kecepatan mendapatkan data itu sendiri. 

+ Album apa yang paling susah mendapat hak izinya? Dan kenapa?

– Sebenernya kita tidak pakai izin, karena pada dasarnya ini education of purpose, ibarat ini adalah seperti library. Tapi, kami juga mempelajari tentang hukum yang bersangkutan dengan ini, takutnya ada yang protes. Ya, kalau ada yang protes kita tinggal turunin saja. Tapikan, data berbentuk tulisan masih bisa kita share dan lagunya kita tidak untuk download. Dan untuk di website hanya 56bit-rate, jadi tidak bagus-bagus banget, cuma bisa ‘you can get the idea’ lagunya seperti apa. 

+ Menurut David Tarigan, apa arti kata “inspirasi”?

– Insipirasii… apa ya, sebenernya, saya juga bingung, haha. Inspirasi itu seperti kalian menabur sesuatu yang dapat dituai oleh banyak orang.

+ Jadi apa yang bisa menyadarkan khalayak luas bahwa pengarsipan suatu album itu penting?

– Ya, gue pikir sih, pengarsipan itu penting dalam bentuk apapun. Ibarat cacatan sejarah.  Kalian jangan under estimate terhadap musik populer dan rekaman musik populer. Karena dari situ ada banyak hal yang kalian dapatkan bahkan sampai jati diri negeri ini dapat kita ketahui dari situ. Jadi satu sisi dia sangat powerfull sekali. Misalkan, pengarsipan musik suatu jalan untuk mengabadikan dan agar dapat disampaikan ke generasi berikutnya dan dari data-data ini akan lahir  karya baru yang dikaji dari data itu sendiri, yang akan berguna juga untuk bangsa ini khususnya.

instagram

Comments

comments

Click Here to Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>